P E T E R

PROFILE

BIRTH NAMEXU JIANG
CURRENT / BAPTIST NAMEPETER
PDOBSHENZEN, DECEMBER 25 1991
FACTIONOPPOSISM
OCCUPATIONSCULPTOR & VIGILANTE

PRIA YANG MEMBENCI PEMERINTAH

Terlahir dari keluarga seniman jalanan, sulung Xu terbiasa hidup sederhana. Menghabiskan waktu dengan alat pahat bersama sang ayah, mengintip dari punggung sang ibu yang menjual souvenir kayu kepada wisatawan. Semua terasa baik hingga sebuah surat diantar ke rumah, meminta seluruh distrik mengosongkan tempat. Mereka harus pindah demi kawasan baru perdagangan. Di tengah musim panas yang terik, seluruh pria dewasa di kawasan itu keluar bersama, berencana melayangkan gugatan ke kantor pemerintah.

Yang Xu Jiang tahu, mereka tak pernah kembali.

Kejadian terbesar datang sepuluh tahun setelahnya, bersama lembaran kertas yang diremas berbentuk bola dan dilempar ke atas meja belajarnya. Di hari salju pertama turun, Xujiang dan rekan lainnya diundang ke sebuah gubuk. Undangan berbahaya yang tak seharusnya ia turuti, karena teman di samping terbujur kaku dan akhirnya mati. Ia berhasil selamat, namun semuanya terlanjur terekam jelas. Semua pukulan dan sayatan serta senyum di wajah para pelaku yang melenggang masuk tanpa penyesalan saat kembali ke kelas di hari berikutnya. Xu Jiang tidak terima, ia berupaya keras melawan dengan kesaksiannya, membuat salah satu lawannya dibawa ke rumah sakit jiwa walau yang lainnya masih duduk santai tepat di belakang bangkunya. Penyesalan datang kemudian, pengakuan menuntut harga yang mahal. Kasak-kusuk membisikkan hal yang sama, Xu Jiang salah mengambil langkah karena menyerang putra-putri petinggi pemerintah.

Yang Xu Jiang tahu, adiknya diperkosa seminggu kemudian dan pelakunya tidak pernah tertangkap.
Yang Xu Jiang tahu, ibunya menderita dan meninggal di tahun yang sama.


Paman dari keluarga ibu datang menjemput dua anak keluarga Xu ke Korea, ke tempatnya bekerja sebagai seorang pastor. Ia memasukkan yang satu ke pusat rehabilitasi trauma, dan yang lainnya meneruskan pendidikan. Bertahun lewat, si bungsu pulih. Sang Caretaker yang masih kerabat membawanya tinggal di Silla, sementara putra tertua masih di Seoul dan datang berkunjung dua kali dalam setahun.

Di kunjungan keenam, Xu Jiang menyadari ada yang salah dengan kota yang dikunjungi. Layar televisi berubah warna, menampilkan satu kata sebagai aba-aba. Teriakan mencekam datang dari gereja, membuatnya berlari dalam sekejap. Malam di musim gugur, Xu Jiang menemukan tubuh pamannya tergeletak dekat bilik pengakuan—di samping adiknya yang berdiri dengan patung Maria berlumur darah. Untuk pertama kalinya selang bertahun bungkam karena trauma, si bungsu buka suara mengucap kata yang sama dengan yang tertera di layar.

Yang Xu Jiang tahu, pamannya tidak bersalah.
Yang Xu Jiang tahu, ia tidak akan menyalahkan adiknya.
Yang Xu Jiang tahu, semua ini salah dari sistem yang dibuat pemerintah yang bermasalah

Xu Jiang meninggalkan bangku kuliahnya di tahun keempat, pindah ke Silla untuk menghidupi adiknya dan mengutuk sistem yang menjadi pemicu titik balik hidupnya. Jika mereka menegakkannya, maka ia akan menggunakannya untuk menghabisi mereka

MEREKA MENYEBUTNYA PETER

Mereka mengenal nama baptisnya. Peter, pematung muda dengan keahlian membuat rupa manusia. Memuja fakta tentang talenta dari orangtua yang kisah kelamnya tak diketahui mereka. Menyebut riwayat pendidikan yang membantu anatomi patungnya terlihat rinci tanpa tahu alasan yang membuatnya berhenti dari sana di tahun keempat. Mereka mengagumi karyanya tanpa tahu bagaimana ia mendapat detailnya.



Patung pertamanya yang terjual dengan harga tinggi dinamakannya Izebel, Ratu lalim Israel yang mati terinjak kereta. Peter membuat sketsa wajah patung usai menggilas tubuh staff pemerintahan yang hampir pensiun.

Patung berikutnya yang dipajang di salah satu gedung lelang dibuatnya setelah menculik putra kebanggaan sang juru bicara pemerintah. Ia menggantung tubuh dan melilitkan rambutnya di kusen pintu studio sebelum membunuhnya. Ia menyebutnya Absalom.



Pembuatan patung ketiga mengantarnya ke meja hijau. Ia memakan terlalu banyak waktu untuk menghabisi seorang politikus dan putranya, membuat sistem tak bisa melindunginya. Penyelamatan datang dari perempuan lawan politik korban, meminta tubuhnya sebagai ganti kebebasan. Ia tak peduli, selama sistem itu berhenti. Jangankan tubuh, mencungkil mata dan jantungnya keluar pun akan ia lakukan. Ia lepas dalam hitungan hari, dengan kasus ditutup sebagai bunuh diri. Ia menamai kedua patung itu Saul dan Jonathan.

YANG DIBIARKAN KABUR DARI CENGKERAMAN

Lepas dari jerat, ia lanjut membuat karya membawanya tanpa sengaja bertemu muka dengan seorang belia. Pasak terangkat menghujam incaran, menghabisinya dalam sekali ayunan. Sementara Peter belum menentukan kisah mana dalam kitab untuk gadis tak bersalah yang mengaku bernama Robin. Wajah muda menatapnya, membuat Peter teringat adiknya yang terlelap di pembaringan.

Malam itu, seorang dara keluar usai mendapat bisik peringatan. "Larilah dengan kencang! Jika kita bertemu lagi, mungkin aku akan langsung menghabisimu."

PERSONALITY

( + )( — )
CONFIDENCEARROGANT
METHODICALJUDGMENTAL
DELIBERATEOVER ANALYTICAL
DETERMINEDRUTHLESS

tba